Selamat membaca

semoga bermanfaat amiin...

Pengunjung

" Sabisa-bisa Kudu Bisa" Posyandu Jawa Barat Pasti Bisa

"Anak adalah orang tua di masa depan. Demi masa depan perhatikan gizi yang baik ”.

Studi Banding Manajemen Suplementasi Vitamin A

Studi Banding Manajemen Suplementasi vitamin A yang di adakan di Tirta Sanita Kabupaten Kuningan, oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang dihadiri perwakilan Kader POSYANDU  :

1. Kabupaten Kuningan
2. Kabupaten Tasikmalaya
3. Kabupaten Bandung
4. Kabupaten Bekasi
5. Kabupaten Depok
6. Kabupaten Indramayu

Studi banding ini bagai mana cara supaya vitamin A dapat diberikan kepada semua balita 6  s/d 59 bulan, karena sangat pentingnya vitamin A bagi balita sebagai penerus masa depan bangsa, pemeberian Vitamin A ini selalu di adakan setiap satu tahun 2x yaitu pada bulan Februari dan Agustus.

Vitamin A ada dua jenis:

1. Vit A Biru untuk Bayi 6 s/d 11 bulan.
2. Vit A Merah untuk 12 s/d 59 bulan.

Vitamin A juga diberikan kepada ibu yang baru melahirkan (ibu nifas)

Disini juga dibahas apa manfaat vit a...
Bagaimana bila kekurangan vit a....

Dari pada aku menerangkan tentang vitamin A cape deh he he he.... baca sendiri deh di sini  tentang Vitamin A insya Allah lengkap.

Farida
posyandujawabarat.blogspot.com






Sumber Vitamin A (Retinol), Fungsi, Manfaat, Defisiensi

Fungsi dan Manfaat Vitamin A (Retinol) Bagi Tubuh. Makanan sumber vitamin A terbaik, serta akibat dari kekurangan vitamin A (Defisiensi).

Vitamin A atau dikenal juga dengan nama Retinol merupakan vitamin yang sangat diperlukan tubuh. Selama ini, kebanyakan dari kita hanya mengenal vitamin A sebagai vitamin yang berfungsi menjaga kesehatan mata. Namun sebenarnya, fungsi dari vitamin ini sangatlah banyak.

Retinol adalah bentuk hewan vitamin A yang disimpan dalam hati setelah penyerapan dan digunakan oleh tubuh ketika dibutuhkan. Dengan menelan tertentu buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan suplemen, Anda dapat memastikan asupan vitamin A Anda terpenuhi. Rata-rata orang harus mengkonsumsi setidaknya 900 mikrogram vitamin A per hari, dan tidak lebih dari 3.000 mikrogram.

Fungsi dan Manfaat Vitamin A

Berikut ini adalah fungsi vitamin A bagi manusia selain untuk kesehatan mata:

1. Mengoptimalkan perkembangan janin

Vitamin A sangat penting bagi ibu hamil. Karena sifatnya mudah larut dalam air dan lemak sehingga diperlukan untuk kesehatan si jabang bayi. Seperti membantu perkembangan sel mata, organ mata, untuk pertumbuhan tulang, untuk kesehatan kulitnya, dan membantu perkembangan jantung.

2. Menghambat sel kanker payudara

Berdasarkan penelitian terbaru ilmuan asal Amerika, diungkapkan bahwa vitamin A ini dapat menghambat pertumbuhan kanker yang sering menyerang wanita, yaitu kanker payudara. Walau tidak secara langsung, namun bentuk turunannya berupa asam retinoat atau retinol inilah yang akan menghambat pertumbuhan jaringan kanker itu sendiri.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh (Imunitas)

Vitamin A yang mengandung retinil palmitat dan retinil asetat dapat mencegah infeksi dari berbagai macam organisme kecil yang dapat merugikan tubuh. Seperti bakteri yang mencoba masuk dalam tubuh melalui pernafasan dan makanan.

4. Menghambat proses penuaan dini

Vitamin A ini sendiri dapat menghasilkan antioksidan yang mana bisa menangkal radikal bebas. Radikal bebas ini adalah udara tidak bersih yang terhirup oleh organ pernafasan kita. Karena semakin tinggi reaksi antioksidan itu sendiri maka semakin banyak polusi yang masuk ke dalam tubuh. Namun dengan vitamin A ini, maka kerusakan akibat radikal bebas dapat dicegah untuk memperlambat proses penuaan pada kulit.

Macam-macam Sumber Vitamin A

1. Sereal
Berasal dari jagung kuning dan gandum

2. Umbi-umbian
Umbi-umbian yang mengandung banyak vitamin A adalah ubi kuning, ubi kuning kukus, ubi jalar merah, ubi rambat merah,

3. Biji-bijian
Dari biji-bijian atau kacang-kacangan adalah kacang ercis dan kacang merah

4.Sayuran
Sayuran yang mengandung banyak vitamin A diantaranya bakung, bayam, bayam keripik goreng, bunkil daun talas, bayam merah, daun genjer, daun jambu, daun jambu mete, daun kacang panjangl, serta daun hijauan lainnya, Gandaria, kacang panjang, kankung, kol cina, labu kuning, pak soy, putri malu, ranti muda, rumput laut, sawi, semanggi, terong hintalo dan wortel.

5. Buah-buahan
Contohnya adalah apel, buah negeri, kesemek, mangga, pepaya, pisang, sowa serta sukun.

6. Hewani
Sumber vitamin A Hewani berasal dari daging ayam, bebek, ginjal domba, hati sapi, hati ayam, sosis hati, berbagai jenis ikan (baronang, cakalang, gabus, kawalinya, kima, lehoma, malugis, rajungan, sarden, sunu, titang dan tongkol), telur ikan dan juga telur asin.

7. Hasil olahan
Selain vitamin A alami ada juga yang berasal dri olahan seperti kepala susu, mentega, minyak ikan, minyak kelapa sawit, tepung ikan serta tepung susu.

Makanan yang mengandung vitamin A Tinggi

  • hati (sapi, babi, ayam, kalkun, ikan) (6500 mg 722%)
  • wortel (835 ug 93%)
  • brokoli daun (800 mg 89%)
  • ubi jalar (709 mg 79%)
  • mentega (684 mg 76%)
  • kangkung (681 ug 76%)
  • bayam (469 ug 52%)
  • labu (400 mg 41%)
  • collard hijau (333 mg 37%)
  • Keju cheddar (265 mg 29%)
  • melon melon (169 mg 19%)
  • telur (140 mg 16%)
  • aprikot (96 mg 11%)
  • pepaya (55 mg 6%)
  • mangga (38 mg 4%)
  • kacang (38 mg 4%)
  • brokoli (31 mg 3%)
  • susu (28 mg 3%)


Kekurangan Vitamin A (Defisiensi)
Tanda-tanda Kekurangan Vitamin A

Pernah dengar berat bayi lahir rendah? Pasti pernah kan. Nah, berat bayi lahir rendah yang terjadi dapat memunculkan adanya kekurangan vitamin A. Karena bayi dengan berat rendah, dimana berat badan bayi kurang dari 2,5 Kg lebih mudah terancam kekurangan vitamin A. Pada perkembangan umurnya jika sang bayi tidak segera ditangani mendapatkan asupan vitamin A, penyakit seperti rabun senja, xerosis kornea akan dideritanya.

Penyakit lain seperti penyakit paru-paru autoimun dan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Penyakit paru ini akibat kurangnya berbagai vitamin termasuk vitamin A. Biasanya penyakit autonium pada paru-paru ini menyerang orang dewasa yang punya kebiasaan merokok. Namun dapat juga menyerang bayi jika kekurangan asupan vitamin A. Karena menurut tabel defisiensi vitamin, bahwa vitamin A yang memberi pengaruh lebih besar terhadap sel T pada tubuh. Sel T inilah yang berpengaruh pada imunitas tubuh.

Penyakit akibat kekurangan Vitamin A

– Hemeralopia yang timbul karena menurunnya kemampuan sel basilus pada waktu senja
– Bintik bitot (kerusakan pada retina)
– Seroftalmia (kornea mata mengering karena terganggunya kelenjar air mata)
– Keratomalasi (kornea mata rusak sama sekali karena berkurangnya produksi minyak meibom)
– Frinoderma (kulit kaki dan tangan bersisik karena pembentukan epitel kulit terganggu)
– Pendarahan pada selaput usus, ginjal, dan paru-paru karena rusaknya epitel organ
– Proses pertumbuhan terhenti.

sumber: http://manfaatnyasehat.blogspot.com

Revitalisasi Posyandu Sokong Upaya Peningkatan Gizi

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan revitalisasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) perlu dilakukan sehingga tidak hanya menjalani fungsi pemantauan tetapi juga penyuluhan, demi menyokong upaya peningkatan gizi di Indonesia.

"Perlu ada revitalisasi Posyandu, sehingga mereka tidak sekadar menimbang, tetapi juga memberi penyuluhan, termasuk soal kebutuhan gizi," kata Nafsiah selepas menghadiri acara puncak Peringatan Hari Gizi Nasional ke-54 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (25/2).

Menurut Nafsiah selama ini, Posyandu cukup berperan besar dalam memastikan upaya peningkatan gizi dengan memantau perkembangan gizi anak-anak. "Posyandu merupakan salah satu cara memantau, di Posyandu mereka ditimbang setiap bulan sehingga dapat terlihat perkembangan gizinya," katanya.

Namun, fungsi pemantauan itu perlu diperluas dengan menerapkan fungsi penyuluhan, agar warga masyarakat mengerti betul terkait kebutuhan gizi yang baik. "Maka revitalisasi tadi itu perlu," katanya.

Di sisi lain, ia berharap pelayanan yang diberikan Posyandu di tiap-tiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dapat terus berjalan dengan rutin. Sementara untuk proses revitalisasi Posyandu, dirinya menilai pemerintah daerah perlu mengambil peran besar.

"Sebab biaya sudah diberikan, juga petunjuknya, regulasi sudah ada, sekarang tergantung pemerintah daerah untuk revitalisasi fungsi Posyandu itu," katanya.

"Karena tidak mungkin juga kalau kader Posyandu dari pusat semua," ujar dia menambahkan.

Pada acara tersebut Menteri Nafsiah juga meresmikan peluncuran empat buah buku yaitu dua seri Angka Kecukupan Gizi, satu seri Pedoman Gizi Seimbang dan satu seri Pelayanan Gizi Rumah Sakit, serta sebuah komik berjudul "Ayo Sarapan Sehat".

Pembuatan panduan gizi dalam bentuk komik tersebut merupakan salah satu upaya mengemas informasi penting dengan cara yang menarik. "Penyampaian pesan secara menarik ini agar setiap keluarga bisa mengerjakan apa yang dianjurkan di dalamnya," ujarnya.

Peringatan HGN 2014 mengambil tema "Gizi Baik, Kunci Keberhasilan Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional".
Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparringa, Direktur Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian Dalam Negeri Nata Irawan dan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Nina Sardjuani.

sumber : id.berita.yahoo.com



INILAHCOM, Jakarta- Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi kecewa karena sarapan sehat bagi anak-anak ternyata sepiring nasi goreng, telur ceplok, dan nugget goreng atau sereal tambah susu.

Pertanyaan besar yang ia ajukan adalah bagaimana mencari nugget atau sereal di berbagai daerah terpencil seperti Indonesia bagian Timur misalnya.

"Sarapan sehat sekarang katanya nasi goreng pakai telur sama nugget, dikampung dimana cari nugget, terus katanya sereal pakai susu, kalau di daerah terpencil di mana cari serealnya," tanyanya ketika menyampaikan kata sambutan dalam kegiatan puncak Peringatan Hari Gizi Nasional ke-54 tahun 2014 bertema 'Gizi Baik, Kunci Keberhasilan Pelaksanaan JKN' di Kantor Kementrian Kesehatan , Jakarta, (25/2/2014). Sementara Hari Gizi Nasional diperingati setiap 25 Januari.

Menteri Nafsiah rupanya mengkritik materi komik yang berjudul 'Ayo Sarapan Sehat' yang disusun oleh ahli dan pakar gizi, Prof Dr Hardinsyah MS, Sondang Nababan SGz, dr Mira Dewi MSi dan diterbitkan oleh Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia dan Departemen Gizi Nasional Masyarakat, FEMA IPB.

Komik adalah satu dari tiga buku panduan yang dalam kesempatan ini juga diluncurkan Menkes, Dua buku lainnya juga tentang gizi adalah buku Pedoman Gizi Seimbang dan buku Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 75/2013 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan bagi Bangsa Indonesia. Keduanya terbitan Kementrian Kesehatan.

Dalam komik yang dikritik Menkes terlihat beberapa gambar pilihan menu makanan yang dianggap mudah dan bergizi untuk sarapan anak-anak sebelum berangkat sekolah atau beraktivitas.

Pilihan menu sarapan itu yaitu, ubi rebus atau sereal dan susu, lalu nasi goreng/nasi putih tambah nugget dan lalapan, mie telur dan sawi hijau, dan roti selai buah dan susu.

Menkes mengatakan, apa yang disampaikan dalam buku harusnya juga mempertimbangkan apakah itu mudah diterapkan di daerah-daerah khususnya yang terpencil. Kata Menkes menu dalam buku seharusnya bersifat user

"Ini tantangan buat puskemas dan pihak terkait, bagaimana menerjemahkan buku ini ke dalam bentuk yang bisa dilaksanakan secara konkret. Kalau dia harus makan sereal, saudara kita di NTT di mana harus cari sereal, kita harapkan semua pihak terkait bagaimana menerjemahkan secara lokal menu agar muda didapat di seluruh daerah," paparnya. [mor]

30 Kader Posyandu Raih Penghargaan Pengabdian 30 Tahun


INDRAMAYU 06/03/2014 – Sebanyak 30 kader posyandu di Kecamatan Indramayu meraih penghargaan karena pengabdiannya lebih dari 30 tahun terhadap keberadaan posyandu di kecamatan tersebut. Penghargaan diserahkan  langsung Bupati Indramayu Hj, Anna Sophanah, Kamis, (6/3/2014)  di Aula Wisma Haji Indramayu.

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah seperti yang dilansir Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu mengatakan, selama ini para kader posyandu seolah-olah bekerja sendiri tanpa ada yang memperhatikan. Namun kini mereka mulai menggeliat lagi seiring dengan banyaknya program kebijakan yang mengarah pada revitalisasi posyandu agar terus menjadi bagian terdepan dalam hal kesehatan.

Selain itu posyandu terus menjadi andalan karena merupakan kegiatan dari, oleh, dan untuk masyarakat dengan model mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat dasar langsung bagi keluarga.

“Penghargaan yang diberikan mudah-mudahan dapat memberikan motivasi bagi para kader, kegiatan posyandu harus lebih semarak lagi dan digelar secara rutin agar masyarakat bisa terlayani dan terjangkau secara langsung. Meskipun  nilainya tidak seberapa, namun penghargaan ini merupakan upaya kepedulian dari pemerintah kepada para kader,” kata bupati.

Sementara itu Camat Indramayu Sugeng Heryanto mengatakan, di Kecamatan Indramayu dengan jumlah penduduk mencapai 109.252 jiwa dengan jumlah kepala keluarga mencapai 32.326 kk hanya memiliki 80 orang tenaga kesehatan.  Sementara jumlah posyandu saat ini terdapat 147 posyandu dengan jumlah kader aktif sebanyak 610 orang. Dengan minimnya tenaga kesehatan itu, maka apabila kader posyandu bisa terus aktif maka dapat membantu program pemerintah untuk menyentuh langsung dengan masyarakat.

Sebelum diberikan penghargaan kepada para kader yang telah mengabdi selama 30 tahun, Bupati Indramayu terlebih dahulu menyaksikan proses pelantikan pengurus paguyuban posyandu ‘Darma Ayu’ dan gebyar BKB Kemas Kecamatan Indramayu yang dilantik oleh Camat Sugeng Heryanto. (deni/humasindramayu)




sumber : kabindramayu.blogspot.com/

Cara Menjaga Kebersihan Tubuh Anak Anak


 


Kebersihan adalah salah satu faktor kunci untuk menjaga kesehatan, sayangnya kebersihan justru jarang dijadikan prioritas nilai untuk ditanamkan kepada anak-anak sejak dini di keluarga. Sebenarnya kebiasaan bersih di usia dewasa, amat ditentukan oleh kebiasaan hidup bersih sejak kecil. Oleh karena itu mendidik dan menanamkan tentang konsep bersih itu sehat kepada anak haruslah dimulai sejak usia dini. Memperkenalkan konsep kebersihan sejak dini  artinya sejak bayi baru lahir sudah diperkenalkan dengan konsep hidup bersih. Orang tua, selalu berusaha menjaga kebersihan tubuh dan pakaian si bayi. Dengan demikian, lambat laun anak bayi tersebut akan akrab dengan konsep bersih dan merasa risih jika lingkungannya kotor. Selanjutnya, di usia balita seorang anak yang sudah dapat berkomunikasi dengan baik dan mungkin sedikit banyak sudah dapat diberikan berbagai pemahaman dengan argumentasi , maka konsep kebersihan tadi bisa diajarkan dengan komunikasi saat bermain dan lain-lain.

Membiasakan  keluarga hidup bersih memiliki berbagai keuntungan-keuntungan, seperti: seluruh anggota keluarga akan menjadi sehat dan terhindar dari  berbagai penyakit yang muncul karena gaya hidup yang tidak bersih. Misalnya: seseorang dapat terkena diare hanya karena malas mencuci tangan sebelum mengambil makanan atau membiarkan makanan  tidak tertutup atau diolah dengan cara yang tidak higienis. Begitu juga dengan pakaian yang digunakan, harus dicuci setiap hari karena baju yang kotor merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya jamur yang dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit. Dan penyakit kulit pada anak, umumnya pemulihannya akan memakan waktu cukup panjang karena anak biasanya tidak dapat menahan diri untuk menggaruk kulitnya yang gatal secara berlebihan.

Pada masa balita, anak sedang amat suka bereksplorasi dengan hal baru, dengan apa saja tanpa terbatas bersih atau kotor. Karenanya kita sebagai orang tua harus ekstra hati-hati dalam menjaga kebersihan tubuh balita kita sebagai salah satu upaya menjaga kesehatannya.  Jika kebersihan tubuh balita kurang terjaga, maka bakteri  akan mudah menempel dan anak dapat terpapar penyakit. Hal ini tentunya amat tidak diinginkan oleh para orang tua, karenanya kita sebagai orang tua harus memperhatikan kebersihan tubuh balita terutama dalam kesehariannya.

Berikut ini beberapa cara menjaga kebersihan tubuh anak-anak sehari-hari:
  • Mandikan balita anda dengan sabun 2 (dua) kali sehari.
  • Cucilah rambut balita anda dengan shampo sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali dalam seminggu.
  • Biasakan untuk mencuci tangan balita anda dengan sabun sebelum makan, setelah buang air kecil, setelah buang air besar dan setelah bermain.
  • Jagalah kebersihan telinga balita anda.
  • Segera gunting kuku tangan dan kuku kaki balita anda jika mulai panjang.
  • Ajari dan biasakanlah balita anda untuk buang air besar dan buang air kecil di WC.
  • Selalu jaga kebersihan pakaian, mainan dan tempat tidur yang digunakan oleh si kecil.
  • Jagalah selalu kebersihan makanan, minuman serta tempat yang dipakai untuk menyajikannya.

sumber : mendidikanakanak.blogspot.com

Yuk Kita Latih Balita Agar Mandiri

Kemandirian anak tidak terbentuk begitu saja, tapi perlu dibiasakan sejak kecil. Anda bisa memberikan latihan ringan kepada balita agar mampu mandiri sejak usia dini.

Biasanya anak-anak usia dua tahunan sangat suka memilih pakaian sendiri. Bantuan orang tua adalah, sabar menghadapi anak saat ia memilih pakaiannya. Sikap orang tua yang demikian sangat membantu anak menjadi mandiri di usia muda. Langkah-langkah berikut bisa Anda terapkan:

  • Sebagai latihan awal, beri anak potongan pakaian yang sederhana dan susun di atas tempat tidur. Letakkan kemeja pada bagian atas tempat tidur, dilanjutkan dengan celana atau rok di bagian tengah, baru kemudian kaos kaki. Dengan cara ini si dua tahun belajar mengenakan busananya dengan cara sesuai urutan dan benar. Anak akhirnya tahu bahwa kaos dikenakan melalui kepala, sedangkan celana melalui kaki. Biarkan anak melakukan semua itu sendiri. Campur tangan baru dilakukan, misalnya, bila kepala anak tertahan kaos sehingga sulit keluar. Segera setelah masalah teratasi, anak dapat melanjutkan kegiatan ini sendiri.
 
  • Untuk mengajar anak mengenakan sepatu atau sandal dengan benar (tidak terbalik), tempelkan stiker berwarna pada bagian pinggir sepatu yang bersisian. Katakan bahwa sisi sepatu yang ditempeli stiker harus menempel, jika tidak, berarti ia memakai sepatunya terbalik.
 
  • Makan sendiri. Anak-anak usia dua tahun biasanya sangat gemar bermain-main dengan makanannya. Orang tua biasanya tidak membiarkan ia menyendoki makanannya sendiri, karena dapat mengotori meja makan dan pakaiannya. Padahal, membiarkan anak makan sendiri membantu ia belajar mengkoordinasikan gerak motorik dan sensorik tubuh, terutama tangannya. Awalnya mungkin mengesalkan, karena makanan berserakan di meja dan lantai. Namun jangan lantas mengambil alih pekerjaan anak dengan cepat-cepat menawarkan diri untuk menyuapinya. 
Kesabaran dan kerelaan orang tua untuk merapikan rumah lagi dan lagi, akan membuat anak terampil ketika ia menginjak usia sekolah. Seperti pada latihan makan sendiri dapat menjadi kegiatan yang sangat bermanfaat agar anak mandiri. Sesekali orang tua perlu menuntun agar ia mengerti bagaimana cara makan yang baik dan tepat


sumber :ayahbunda.co.id.

Rakor Pokjanal Posyandu Kab. Karawang

KARAWANG-Mengingat keberadaan Posyandu yang  memegang peranan  penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan, serta Guna meningkatkan dan memantapkan kinerja Posyandu dalam melayani kesehatan Ibu dan anak di Kabupaten Karawang. Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMPD) gelar rapat koordinasi Pokjanal Posyandu 2014 yang dibuka oleh Sekda kabupaten Karawang Drs.H.Teddy Rusfendi Sutisna, bertempat di Gedung Singaperbangsa komplek Pemda Karawang Rabu (12/2). Dihadiri Ketua TP PKK Hj.Nurlatifah Swara, Kepala SKPD serta Kader Posyandu se-Kabupaten Karawang.

Mengawali sambutannya Sekda menyampaikan, bahwa keberadaan dan peranan Posyandu dimanapun       tidak bisa terlepas dari fungsi dan peranan Tim Penggerak PKK, mulai dari tingkat Desa/Kelurahan hingga tingkat Kabupaten. Karena Tim Penggerak PKK pada tingkatan manapun menduduki posisi yang strategis  serta merupakan kader penggerak terselenggaranya kegiatan posyandu secara optimal” imbuhnya.
Lanjutnya, oleh karena itu, dalam setiap kesempatan, Kami senantiasa menghimbau kepada gerakan PKK  di setiap level, untuk lebih memberikan perhatian pada peningkatan fungsi dan peranannya, baik untuk PKK sendiri, maupun bagi Posyandu sebagai basis kegiatan pelayanan terpadu, serta lebih memotivasi masyarakat, sehingga akan tergugah kesadarannya untuk lebih tahu, mau dan mampu melaksanakannya serta terus aktif dalam kegiatan PKK dan Posyandu”, tegas Sekda.

Sementara itu ketua TP PKK menyampaikan, kegiatan ini sangatlah Positif, untuk itu kepada para kader Saya harap dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh sungguh sebagai tambahan bekal ilmu dalam menjalankan tugas sebagai kader Posyandu yang selama ini diemban’ harapnya.

Masih menurut Ketua TP PKK, maju mundurnya suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh sumber daya alamnya semata, akan tetapi lebih ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas tidaklah mudah karena menyangkut berbagai hal. salah satu yang sangat menentukan adalah derajat kesehatan seseorang, yang secara umum dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku hidup sehat, pelayanan dan fasilitas kesehatan” demikian ungkapnya.

Sedangkan dalam laporannya Drs.Akhmad Hidayat selaku ketua penyelenggara menyampaikan, bahwa kegiatan Pokjanal Posyandu Kabupaten Karawang akan dilaksanakan dimulai dari pendistribusian bantuan, Rakor perencanaan Posyandu Desa/Kelurahan serta Kecamatan, Sosialisasi di tingkat Desa/Kelurahan, monitoring oleh Pokjanal Kecamatan, Evaluasi triwulan, serta Pelaporan. Sementara untuk anggaran Posyandu sendiri bersumber dari Pemerintah untuk kegiatan Posyandu yang ada di Kabupaten Karawang yang berjumlah 2.248 tahun 2014, dengan tingkatan Strata: Pratama, Madya, Purnama, serta Mandiri dengan jumlah Kader sebanyak 11.135 orang, dari jumlah posyandu tersebut yang mendapat bantuan untuk fisik baru sebanyak 29 Unit Posyandu dengan jumlah bantuan sebesar Rp.25.000.000/Posyandu dengan rincian Rp.23.000.000 untuk bangunan dan Rp.2000.000 untuk kelengkapannya. Serta untuk operasional pengurus Posyandu yaitu sebesar Rp.1.750.000/Posyandu, Pokja Posyandu Desa/kelurahan sebesar Rp.1.000.000/desa, Pokjanal Posyandu Kecamatan Rp.2.500.000/Pokjanal, sedangkan untuk Posjanal Kabupaten sebesar Rp.100.000/Posyandu.

Untuk Posyandu dan pengurus Posyandu yang mendapat bantuan fisik pada acara tersebut, akan dilanjutkan untuk mengikuti bimbingan teknis tingkat Provinsi yang akan dilaksanakan pada tanggal 26-28 Februari 2014 di Hotel Jatiluhur. (@opa)

sumber : http://jabarprov.go.id/index.php/news/8241/2014/02/12/Rakor-Pokjanal-Posyandu-Kab-Karawang 


Entri Populer

Template Oleh trikmudahseo