Selamat membaca
Vaksin Kombinasi Pentavalen
semoga bermanfaat amiin...

Pengunjung

Vaksin Kombinasi Pentavalen

" Sabisa-bisa Kudu Bisa" Posyandu Jawa Barat Pasti Bisa

"Anak adalah orang tua di masa depan. Demi masa depan perhatikan gizi yang baik ”.

Vaksin Kombinasi Pentavalen

Saat ini, Indonesia sudah berhasil membuat vaksin pengembangan dari vaksin tetravalen (DPT-HB) yang disebut dengan Pentavalen, karena merupakan gabungan dari 5 antigen, yaitu DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus), Hepatitis B, serta HiB. Kini , kelima antigen tersebut diberikan dalam satu suntikan sehingga menjadi lebih efisien, tidak menambah jumlah suntikan pada anak sehingga memberikan kenyamanan bagi bayi yang mendapat imunisasi beserta ibunya. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., MPH pada acara Pencanangan Vaksin Kombinasi Pentavalen di Desa Karang Pawitan, Kabupaten Karawang (22/8).

Nafsiah, lebih lanjut memaparkan dengan digunakannya vaksin pentavalen (DPT-HB-Hib) bersama vaksin campak, polio dan BCG, program imunisasi yang semula diarahkan pada pencegahan 7 penyakit menular yang meliputi Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatisis B, Tuberculosis pada bayi, polio dan campak bertambah menjadi 8 penyakit menular melalui penambahan antigen Haemophilus Influenzae tiye b untuk mencegah Pneumonia dan Meningitis pada anak.

Vaksin Haemophilus tife B (Hib) berisi suatu antigen yang dapat mencegah penyakit radang otak dan radang paru. Kedua penyakit ini merupakan penyebab kematian pada bayi sebesar  17,2%.

Dalam program imunisasi dasar lengkap, bayi yang baru lahir hingga berusia 7 hari langsung mendapatkan imunisasi Hepatisis B. Saat berusia 1 bulan, bayi memerlukan imunisasi Polio dan BCG. Kemudian, usia 2,3 dan 4 bulan, bayi mendapatkan lagi Vaksin Polio bersamaan dengan pemberian Vaksin Pentavalen. Di usia bayi 9 bulan, Imunisasi Campak perlu diberikan.

Nafsiah   menambahkan  program penguatan kekebalan dengan Imunisasi Pentavalen dan program Imunisasi lanjutan akan dimulai tahun ini di 4 Provinsi, antara lain : Jabar, DI Yogyakarta, Bali dan NTB. Program ini, di tahun 2014 akan dilanjutkan di Provinsi lainnya di Indonesia.

Cakupan Imunisasi lengkap di tahun 2012 di Indonesia telah mencapai 86,8%. Dengan demikian, sudah lebih dari 4 juta bayi di Indonesia telah mendapatkan imunisasi lengkap. Angka ini telah melampaui target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 85%.

Program ini, ujar Nafsiah menjadi momentum penting sehingga Kepala Daerah baik Gubernur maupun Bupati/Walikota dapat mengupayakan  dukungan program imunisasi demi melindungi seluruh anak Indonesia dari ancaman penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

sumber : http://www.seputarjabar.com

0 komentar

Silahkan Beri Komentar Saudara...

Entri Populer

Template Oleh trikmudahseo